Rabu, 14 Januari 2015

cleaning my room

Hello selamat hari kamis *lol

libur itu menyenangkan, enaknya pas diawal doang sih, selesai UAS, ga ada lagi tugas dan sebagainya, bebas tidur kapan aja :D
tapi lama kelamaan jadi bosen, bingung mau ngapain, kalau ada duit sih paling jalan jalan kemana gitu, tapi sayang liburan kali ini kere banget untung ada wifi gratis dikosan yaa lumayanlah buat hiburan.

tadi pagi gue bangun jam 07:43, biasanya kalau kuliah gue bangunnya 05:30,  terus gue beres beres kamar, mulai dari tempat tidur lemari dan seluruh isi kamar gue..
dan ini hasilnya ..

Lemari pakaian
menurut gue ini udah rapi banget, tapi entahlah


Tempat tidur
ini juga udah rapi banget menurut gue, gue pasang spreinya kira kira stengah jam, susah banget soalnya, gue harus masang peniti keliling biar ga kusut =D


 Meja belajar
ini adalah tempat favorite di kamar gue, bukan karena ini tempat belajar tapi suka aja duduk disini, nempel foto dan sebagainya :D


Mirror = Cermin Ajaib *abaikan
objek favorite juga nih dikamar

 Lemari buku
lemari buku ini seberannya yang paling gampang dirapiin, tinggal nyusun nyusun bukanya udah, tapi entah kenapa punya gue ga kelitan rapi, meskipun gue rapiinnya berjam jam, tetap aja kaya gini ..



itulah kegiatan gue hari ini, sekarang udah jam 02:03 *jam tidur siang gue*
byeee

Selasa, 23 Desember 2014

Christmas Alone

Tahun ini gue ngerayain Natal sendiri, ngga seperti tahun lalu Natalan bareng mama, papa, kakak, dan semua keluarga gue. sedih sih tapi gue harus terbiasa biar gue ngga balik balik mulu...

karena keseringan setiap libur balik, kuliah gue jadi ancur, tugas gue ngga gue kerjain, gue absen mulu setiap hari pertama masuk kuliah dan itu membuat nilai gue dibawah rata rata, gimana gue cepet lulusnya kalau gitu, kan harus ngulang mata kuliah lagi -___-

dan kali ini gue harus bertahan, saat libur selesai UAS juga gue ngga balik biar terbiasa aja..
pengennya sih kalau libur *kan liburnya panjang tuh 2 bulan lebih men, selama libur gue pengen kerja, yaa untung untung nambahin duit jajanlah, tapi gue bingung mau kerja apa, temen gue saranin kerja di restoran atau ngga di minimarket -___-  (gue ngga suka kerja di restoran, gue juga ngga suka kerja di minimarket *-___-) gue sih pengennya kerja di tempat desain desain gitu, *sesuai dengan jurusan guelah. yaa kali ajakan pas waktunya kuliah gue bisa lanjutin biar nambah pengalaman.. tapi pas gue nyari ngga dapet dapet, kebanyak lowongan kerjanya jadi sales, kan bete -_-" 

karena gue ngga dapet tempat kerja, gue mutusin ngga jadi kerja. yang gue pikirin hari ini adalah membuat sesuatu yang dapat menghasilkan duit hahaha. dan target gue kali ini adalah...


yess, buat cerpen, lumayanlah satu cerpen 250rb, udah gitu cerpennya juga dimuat di majalah, kali aja gue bisa terkenal *abaikan. dengan duit segit, bisa buat makan gue seminggu *hahaha
tapi gue harus buat cerpen yang menarik soalnya kalau cerpennya ngga jelas, gue ngga dapet duitnya :(
bingung juga sih nyari judul trus ceritanya gimana, masa gue harus cerita pengalaman gue, pengalaman apa coba, gue ngga ada pengalaman menarik, hari hari gue membosankan ntar cerpen gue jadi membosankan .. hahaha
selain majalah diatas yang ada lagi nih majalah yang nerima cerpen, tapi ada syaratnya..


ngga terima cerita cinta remaja yang lagi patah hati dan yang galau galau, trus ngga terima cerita yang kata katanya pake loe gue -___-..

target buat cerpen itu buat liburan bulan januari nanti, untuk hari ini gue harus fokus belajar karena liburan dua minggu ini bukan buat santai dan bersenang senang, tapi buat ngerayaain natal dan belajar (minggu tenang). karna tanggal 6 januari 2015 gue UAS dan setelah UAS itulah gue libur pangjaaaang..

Merry Christmas Ken :)




Jumat, 05 Desember 2014

Bukan Sekedar Hujan...



Hai hujan, aku rindu.
Aku rindu akan menyentuhmu, merasakan dinginnya rintikan yang jatuh ke tanganku..
Hujan...
Aku ingin melupakan tentangnya
lupa akan senyumnya
lupa canda tawanya
lupa wajahnya
Semuanya tentangnya..
Meski aku akan merindukannya kelak..
Itu semua agar aku terbebas dari cinta yang tak kuharapkan
terbebas dari perasaan tak karuan saat menatapnya






Masih selalu ku jaga perasaan serta penglihatan ini
Tubuh yang selalu dingin akibat adrenalin hati
Sikap yang masih terus kupertahankan
cuek, pendiam, tak perduli, dan...
Mencintai dalam diam....
Semoga masih tetap bertahan sampai pilihan Tuhan itu datang

Galau banget yaa, padahal aku lagi ga galau sekarang.. hahaha
puisinya dapet dari blog tetangga wkwkwkw
karena hari ini turun hujan jadi pengen aja ngeposting puisi tentang hujan
tadinya sih  aku lagi ngerjain tugas, tapi ngga tau kenapa yaa setiap ngerjain tugas itu bawaan ngantuk mulu jadinya pengen tidur aja, apalagi cuacanya skrang lagi ngedukung banget nih buat tidur -___-..


yaudah lah cuma mau posting puisinya doang, pengen tidur duluu, byeee .. hahah



Sabtu, 01 November 2014

Sheila on7 - Hari Bersamanya

Hari telah terganti
Tak bisa ku hindari
Tibalah saat ini bertemu dengannya
Jantungku berdegup cepat
Kaki bergetar hebat
Akankah aku ulangi merusak harinya

[*]
Mohon Tuhan
Untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan
?tuk menatap matanya

[**]
Mohon Tuhan
Untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku
Hariku bersamanya
Hariku bersamanya

Kau tahu betapa aku
Lemah dihadapannya
Kau tahu berapa lama
Aku mendambakannya

Back to [*][**]
Tuhan tolonglah (beri kesempatan)
Tuhan tolonglah (beri kesempatan)

Back to [*][**]
Hariku bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya

Tuhan tolonglah
Hari bersamanya

Tuhan tolonglah
Hari bersamanya

Games make taste it come back again

"Entah kenapa aku tiba  tiba merindukannya, dia yang dulu aku suka tapi kuputuskan untuk berhenti menyukainya, namun rasa itu hadir lagi, saat aku mulai ingin melupakannya  dia muncul lagi.
Kali ini dia hadir melalui game, saat pertama kali mengundangku dalam game, Aku merasa dia mengundangku kedalam hatinya, mungkin aku terlalu berebihan menanggapinya, Aku terlalu percaya diri dia memiliki rasa yang sama denganku, Dia hanya menganggapku sebagai teman, tidak lebih.
Dan sekarang aku tergila gila dengan game itu, bukan karena serunya main game itu, tapi aku merasa sangat dekat dengannya ketika bermain game dengannya.
Namun akhir akhir ini dia jarang bermain game lagi, membuat aku merindukannya, aku selalu menunggunya, menunggu kapan dia akan muncul dan bermain game dengaku. Namun aku mulai lelah, aku terasa terlihat bodoh, menghabiskan waktuku dengan menunggu di game tanpa memainkannya.
Rasa ini selalu membuat aku jenuh, membuat aku terlihat bodoh,
Aku benci ketika aku harus menghabiskan waktuku  hanya untuk menunggunya bermain game, padahal aku bisa menggunakannya untuk mengerjakan tugas kuliah...
Aku benci ketika aku harus merindukannya seperti orang bodoh...
Aku benci ketika aku merasa sangat dekat dengannya, lalu kemudian dia menghilang...
Aku benci menyukainya...
Aku benci ketika aku tidak bisa berherti menyukainya...
Mungkin kata kataku terlalu lebay, namun itulah yang aku rasakan...

Sabtu, 25 Oktober 2014

Tak Memihak

Delapan tahun, ya selama delapan tahun aku menunggu dia. Menunggu cinta yang tak pasti, cinta palsu dan kepalsuan yang membawa aku seakan sangat mencintai dia selama delapan tahun itu (sejak SMP) Tak menarik untuk terlalu diungkapakan, ini cinta biasa, bukan cinta istimewa yang seperti orang lain lihat. Tapi ini terlalu dalam untuk aku rasakan. Aku mencintainya di sisi kebodohanku, kebodohanku karena membiarkan dia lepas dari jangkauanku. Dia yang selama ini aku nanti, dan ku tunggu untuk waktu lama, namun itu cukup menyakitkan.
#flashback (4 tahun lalu SMA)
Dia sering kujumpai, menatapku di sela senda guraunya dengan temannya. Memberikan bayangan semu akan cinta yang palsu. Aku tak berputus asa menjangkau hatinya, yang terlalu tinggi untuk ku gapai. Bagaikan langit dan bumi, terlalu lebay mungkin jika diungkapkan. Kami tak pernah bertegur sapa. Saling melontar senyum pun tak pernah, hanya sesungging senyum saat dia atau salah satu dari kami tak sengaja beradu mata, itu lah saat aku begitu jatuh ke dalam cinta palsu ini.
“Ran, mau kemana?”. Tanya Bela, sahabatku.
“Ke kantin, mau ikut?”. Ajakku.
“Eh mau-mau.” Sambung Bela.
Kulihat dirinya yang ku suka, duduk di bangku panjang salah satu kantin di sekolah kami. Aku hanya memandang dia sekilas, memandang dia yang mungkin tak tahu keberadaanku ini.
“Ciee ada yang lagi seneng nih.” Goda Bela yang membuatku tersenyum kecil.
Bela tahu semua perasaanku terhadap dia yang selama ini aku cinta, Bela selalu mendukung dan memberi semangat akan cinta palsu ini. Ia tahu sekali apa yang aku rasakan.
“Apa si Bel? Dieeem” Jawabku yang kemudian menundukan kepalaku karena malu.
Kami, ya kami yaitu aku dan Bela, Duduk berhadapan Selama di kantin, dan selama itu pula aku mencuri pandang ke arahnya. Memperhatikan dia yang terlalu manis untuk ku lihat. Dia yang memberi warna di hariku, memberikan gairah di setiap langkah mimpiku, dan dia juga yang memberi mimpi palsu dalam anganku.
Masih dengan cinta palsu ini, ku pandang dia yang di seberang sana tertawa kecil bersenda gurau dengan sahabatnya. Tawanya yang khas membuatku tersenyum kecil kala itu. Sembari ku tinggalkan kantin, tak lepas pandanganku melihat dia..
Waktu terus berputar, hari demi hari ku lewati, pagi siang dan malam terus berganti. Hingga kini telah tiba di penghujung semester di sekolah kami. Aku yang masih setia menyukai dia, semakin bergantinya hari semakin aku merasa cinta ini tak memihak ku. Tak ada hal lain selain aku mengagumi dan mencintai diam-diam. Tak pernah ada kesempatan untukku bisa meraih dan menggapai hatinya, seolah waktu dan kesempatan tak memihakku untuk bisa lebih dekat dengannya. Kepalsuan besar ini membawaku dan membiarkan hatiku terhanyut akan dalamnya cinta.
Aku dan dia sering berjumpa di sekolah, seperti biasa dalam kekosongan perjumpaan seolah kami ingin bersapa satu sama lain. Namun kecanggungan ini menahan kami yaitu aku dan dia. Hanya pandangan yang berbicara akan rasa yang tak pernah terungkap, dan tak pernah terbaca. Mungkinkah dia rasa yang sama? Itulah persaan yang terus menghantuiku, mencoba menelaah di suatu sisi kehidupannya. Aku hanya bisa mengikuti alur kisah ini.
Waktu kembali bergulir, hari jam menit dan detik terlewati. Hembusan angin yang membawa cinta pun terlewati, setelah lama aku putuskan untuk tak mencintainya lagi. Kini ku coba mengenalnya sebagai teman, teman satu perjuangan di sekolah. Sekolah yang mengajariku bersikap santun, bijak dan memberiku petunjuk dengan ilmu yang ku peroleh, dan juga sekolah ini yang mengajariku bagaimana cinta palsu ini berlangsung.
Terkadang cinta itu penuh kepalsuan, hingga akhirnya aku merelakan dia bersama rasa itu lenyap dalam kenyataan yang harus kuterima. Ini menjadi kisah cinta yang mungkin hanya aku dan mereka yang ku percayai mengetahuinya, menjadikan ini lembaran kenangan di delapan tahun yang lalu.
Selesai


Selasa, 01 Juli 2014

planetshakers - Jesus Reigns

May my life, speak Your words
May my heart, beat with Yours
Let Your light shine in me,
For all my days

God of grace,
God of truth,
Lord my soul, longs for You
I will live for You God,
For all my days

[Pre-chorus:]
Jesus Christ, the name above all names
Risen king, we long to bring You
praise

[Chorus:]
Jesus reigns
All glory to Your name,
All power to Your name,
Forever

Jesus reigns
Let all creation praise,
The name above all name,
Forever, Jesus reigns

[Bridge:]
Spirit of God,
We cry out for You now,
We cry out,
Where would we be without You Jesus,
Where would we be without You Lord